Oleh : bappeda | 18 Februari 2014 | Dibaca : 55134 Pengunjung
1. GEOGRAFI
Kabupaten Gianyar merupakan satu sembilan Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi Bali. Secara Astronomis Kabupaten Gianyar terletak diantara 80 180 520 Lintang Selatan, 1150 050 290 dan 1150 220 230 Bujur Timur. Batas-batas administrasi sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kabupaten Bangli
Sebelah Timur : Kabupaten Klungkung/Bangli
Sebelah Selatan : Kota Denpasar dan Selat Badung
Sebelah Barat : Kabupaten Badung
Kabupaten Gianyar meliputi wilayah daratan dengan luas 368 Km2 atau 36.800 Ha, yang terdiri dari :
1. Kecamatan Sukawati : 55,02 Km2 (14,95%)
2. Kecamatan Blahbatuh : 39,70 Km2 (10,79%)
3. Kecamatan Gianyar : 50,59 Km2 (13,75%)
4. Kecamatan Tampaksiring : 42,63 Km2 (11,58%)
5. Kecamatan Ubud : 42,38 Km2 (11,52%)
6. Kecamatan Tegallalang : 61,80 Km2 (16,79%)
7. Kecamatan Payangan : 75,88 Km2 (20,62%)
Dibanding dengan wilayah Provinsi Bali yang luasnya : 563.286 Ha, berarti luas Kabupaten Gianyar hanya 6,53% dari luas wilayah Propinsi Bali.
Bila dirangking antar Kabupaten dari sisi luas wilayahnya Kabupaten Gianyar menempati urutan ke-7 (tujuh) berada diatas Kota Denpasar dan Kabupaten Klungkung.
2. FISIOGRAFI DAN TOPOGRAFI
Wilayah Kabupaten Gianyar membentang dari Utara yaitu wilayah atas ke Selatan berupa wilayah pantai dari lautan samudra Indonesia. Keadaan tanah rata-rata tidak begitu tinggi diatas permukaan laut. Bagian Selatan daerah ini 30% diantaranya merupakan daratan, sedangkan bagian wilayah Utara merupakan daerah yang bergelombang. Tanah yang mencapai ketinggian 750 Meter dari permukaan laut tidak begitu luas (2.463,5 Ha), dibandingkan dengan luas daratan.
Di bagian Selatan merupakan tanah-tanah datar dan agak rendah karena dekat dengan laut. Di daerah ini terbentang pantai berpasir hitam sepanjang + 20 Km. Wilayah Kabupaten Gianyar tidak memiliki Danau maupun Gunung.
Formasi Batuan di Kabupaten Gianyar terdiri dari formasi kwarterberasal dari lafa dan endapan lahar Buyan, Bratan dan Batur. Tutupan lafa dan lahar cukup tebal sehingga sungai yang terdapat di daerah ini mempunyai lembah aliran yang sempit dan dalam, terutama pada daerah yang bergelombang di bagian Utara Kabupaten Gianyar.
Sungai mengalir dari pegunungan di daerah Utara kearah Selatan menuju Samudra Indonesia. Sunagi-sungai ini kebanyakan bersifat permanen dan mengalirkan air sepanjang tahun. Nma-nama dan panjang Sungai yang mengalir dan mengairi Wilayah Kabupaten Gianyar adalah sebagai berikut: Sungai Yeh Oos panjangnya 44.000 M, SungaiPetanu : 38.100 M, Pakerisan : 36.500 M, Sangsang : 32.500 M, Sangku : 6.500 M, Dos : 453.500 M, Dan Nangka : 7.000 M. Sungai Cangkir merupakan batas dengan Kabupaten Badung, dan Sungai Melangit merupakan pembatas Wilayah Kabupaten Gianyar dengan Kabupaten Klungkung.
3. IKLIM
Sama halnya dengan Kabupaten lainnya di Provinsi Bali, perbedaan iklim di Kabupaten Gianyar tidak terlalu nyata. Dari unsur-unsur iklim yang ada, perbedaan iklim hanya bisa dilihat dari curah hujan. Curah hujan ini merupakan unsur iklim yang utama yang berpengaruh bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten Gianyar, juga Daerah lain di Bali.
Keadaan iklim Kabupaten Gianyar adalah iklim laut Tropis. Kabupaten Gianyar yang merupakan bagian dari Pulau Bali terletak diantara 2 (dua) Benua dan 2 (dua) Samudra sehingga memiliki 2 (dua) musim yaitu Musim Kemarau yang jatuh pada bulan April sampai dengan Oktober, dan Musim hujan yang jatuh pada bulan Oktober sampai dengan April tahun berikutnya. Diantara dua musim tersebut diselingi oleh musim Pancaroba, yaitu musim peralihan yang terdapat pada saat pergantian musim dari Musim Kemarau ke Musim Hujan dan sebaliknya. Suhu udara di Kabupaten Gianyar rata-rata adalah 26? Celcius, dimana suhu udara terendah sekitar 23? Celcius dan yang tertingi 29? Celcius, dengan kelembaban udara rata-rata 82%.
Dari Alat Pencatat Hujan Station Gianyar, terbaca curah hujan sebesar 963 mm selama periode 2007 tercatat 56,6 mm merupakan bulan terkering ditahun itu.
Curah hujan sebelumnya berturut-turut : tahun 2004 = 1811 mm; tahun 1995 = 1722 mm; tahun 1994 = 1765 mm; tahun 1993 = 1294 mm; tahun1992 = 1437 mm dan tahun 1991 tercatat 1415 mm.
4. FLORA DAN FAUNA
Sumber daya alam hayati yang berupa Flora dan Fauna, perlu dilindungi secara lestari , selaras dan seimbang, bagi kesejahteraan masyarakat dan manusia pada umumnya , baik sekarang maupun generasi yang akan datang . Flora dan Fauna yang merupakan Ciri Khas Daerah dapat dijadikan promosi demi pembangunan dalm keanekaragaman hayati dan bermanfaat mendukung program pariwisata, menumbuh-kembangkan rasa cinta alam, dan sekaligus sebagai pencerminan cinta Lingkungan. Flora dan Fauna yang diidenfikasikan langka di Kabupaten Gianyar adalah sebagai berikut:
1. Flora = Leci.
2. Fauna = Lembu Putih dan Kokokan
Leci diusulkan menjadi identitas flora bagi Kabupaten Gianyar, dan identitas faunanya adalah Lembu Putih. Tanaman Leci mungkin termasuk tumbuhan langka di Indonesia, tanaman ini banyak terdapat di Kabupaten Gianyar, tepatnya di Kecamatan Payangan. Lembu Putih berdasarkan pendataan terakhir populasinya sebanyak 43 ekor, 19 ekor jantan dan 24 ekor betina, terdapat di Desa Taro Kecamatan Tegallalang.
5. ADMINISTRASI
LEMBAGA PEMERINTAH
· 7 Kecamatan
· 6 Kelurahan
· 64 Desa
· 504 Banjar Dinas
· 43 Lingkungan
LEMBAGA ADAT
· 271 Desa Pekraman
· 534 Sekaa Teruna
· 7 Widya Sabha Kecamatan
PENDUDUK
Jumlah Penduduk di Kabupaten Gianyar Tahun 2008 sebanyak 438.974 Jiwa dengan kepadatan Penduduk 1.193 Jiwa / Km2.
1. Kecamatan Sukawati : 94.011 Jiwa
2. Kecamatan Blahbatuh : 60.873 Jiwa
3. Kecamatan Gianyar : 81.124 Jiwa
4. Kecamatan Tampaksiring : 45.074 Jiwa
5. Kecamatan Ubud : 67.064 Jiwa
6. Kecamatan Tegallalang : 49.117 Jiwa
7. Kecamatan Payangan : 41.711 Jiwa
1. GEOGRAFI
Kabupaten Gianyar merupakan satu sembilan Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi Bali. Secara Astronomis Kabupaten Gianyar terletak diantara 80 180 520 Lintang Selatan, 1150 050 290 dan 1150 220 230 Bujur Timur. Batas-batas administrasi sebagai berikut :
· Sebelah Utara : Kabupaten Bangli
· Sebelah Timur : Kabupaten Klungkung/Bangli
· Sebelah Selatan : Kota Denpasar dan Selat Badung
· Sebelah Barat : Kabupaten Badung
Kabupaten Gianyar meliputi wilayah daratan dengan luas 368 Km2 atau 36.800 Ha, yang terdiri dari :
a. Kecamatan Sukawati : 55,02 Km2 (14,95%)
1. Kecamatan Blahbatuh : 39,70 Km2 (10,79%)
2. Kecamatan Gianyar : 50,59 Km2 (13,75%)
3. Kecamatan Tampaksiring : 42,63 Km2 (11,58%)
4. Kecamatan Ubud : 42,38 Km2 (11,52%)
5. Kecamatan Tegallalang : 61,80 Km2 (16,79%)
6. Kecamatan Payangan : 75,88 Km2 (20,62%)
Dibanding dengan wilayah Provinsi Bali yang luasnya : 563.286 Ha, berarti luas Kabupaten Gianyar hanya 6,53% dari luas wilayah Propinsi Bali.
Bila dirangking antar Kabupaten dari sisi luas wilayahnya Kabupaten Gianyar menempati urutan ke-7 (tujuh) berada diatas Kota Denpasar dan Kabupaten Klungkung.
2. FISIOGRAFI DAN TOPOGRAFI
Wilayah Kabupaten Gianyar membentang dari Utara yaitu wilayah atas ke Selatan berupa wilayah pantai dari lautan samudra Indonesia. Keadaan tanah rata-rata tidak begitu tinggi diatas permukaan laut. Bagian Selatan daerah ini 30% diantaranya merupakan daratan, sedangkan bagian wilayah Utara merupakan daerah yang bergelombang. Tanah yang mencapai ketinggian 750 Meter dari permukaan laut tidak begitu luas (2.463,5 Ha), dibandingkan dengan luas daratan.
Di bagian Selatan merupakan tanah-tanah datar dan agak rendah karena dekat dengan laut. Di daerah ini terbentang pantai berpasir hitam sepanjang + 20 Km. Wilayah Kabupaten Gianyar tidak memiliki Danau maupun Gunung.
Formasi Batuan di Kabupaten Gianyar terdiri dari formasi kwarterberasal dari lafa dan endapan lahar Buyan, Bratan dan Batur. Tutupan lafa dan lahar cukup tebal sehingga sungai yang terdapat di daerah ini mempunyai lembah aliran yang sempit dan dalam, terutama pada daerah yang bergelombang di bagian Utara Kabupaten Gianyar.
Sungai mengalir dari pegunungan di daerah Utara kearah Selatan menuju Samudra Indonesia. Sunagi-sungai ini kebanyakan bersifat permanen dan mengalirkan air sepanjang tahun. Nma-nama dan panjang Sungai yang mengalir dan mengairi Wilayah Kabupaten Gianyar adalah sebagai berikut: Sungai Yeh Oos panjangnya 44.000 M, SungaiPetanu : 38.100 M, Pakerisan : 36.500 M, Sangsang : 32.500 M, Sangku : 6.500 M, Dos : 453.500 M, Dan Nangka : 7.000 M. Sungai Cangkir merupakan batas dengan Kabupaten Badung, dan Sungai Melangit merupakan pembatas Wilayah Kabupaten Gianyar dengan Kabupaten Klungkung.
3. IKLIM
Sama halnya dengan Kabupaten lainnya di Provinsi Bali, perbedaan iklim di Kabupaten Gianyar tidak terlalu nyata. Dari unsur-unsur iklim yang ada, perbedaan iklim hanya bisa dilihat dari curah hujan. Curah hujan ini merupakan unsur iklim yang utama yang berpengaruh bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten Gianyar, juga Daerah lain di Bali.
Keadaan iklim Kabupaten Gianyar adalah iklim laut Tropis. Kabupaten Gianyar yang merupakan bagian dari Pulau Bali terletak diantara 2 (dua) Benua dan 2 (dua) Samudra sehingga memiliki 2 (dua) musim yaitu Musim Kemarau yang jatuh pada bulan April sampai dengan Oktober, dan Musim hujan yang jatuh pada bulan Oktober sampai dengan April tahun berikutnya. Diantara dua musim tersebut diselingi oleh musim Pancaroba, yaitu musim peralihan yang terdapat pada saat pergantian musim dari Musim Kemarau ke Musim Hujan dan sebaliknya. Suhu udara di Kabupaten Gianyar rata-rata adalah 26? Celcius, dimana suhu udara terendah sekitar 23? Celcius dan yang tertingi 29? Celcius, dengan kelembaban udara rata-rata 82%.
Dari Alat Pencatat Hujan Station Gianyar, terbaca curah hujan sebesar 963 mm selama periode 2007 tercatat 56,6 mm merupakan bulan terkering ditahun itu.
Curah hujan sebelumnya berturut-turut : tahun 2004 = 1811 mm; tahun 1995 = 1722 mm; tahun 1994 = 1765 mm; tahun 1993 = 1294 mm; tahun1992 = 1437 mm dan tahun 1991 tercatat 1415 mm.
4. FLORA DAN FAUNA
Sumber daya alam hayati yang berupa Flora dan Fauna, perlu dilindungi secara lestari , selaras dan seimbang, bagi kesejahteraan masyarakat dan manusia pada umumnya , baik sekarang maupun generasi yang akan datang . Flora dan Fauna yang merupakan Ciri Khas Daerah dapat dijadikan promosi demi pembangunan dalm keanekaragaman hayati dan bermanfaat mendukung program pariwisata, menumbuh-kembangkan rasa cinta alam, dan sekaligus sebagai pencerminan cinta Lingkungan. Flora dan Fauna yang diidenfikasikan langka di Kabupaten Gianyar adalah sebagai berikut:
· Flora = Leci.
· Fauna = Lembu Putih dan Kokokan
Leci diusulkan menjadi identitas flora bagi Kabupaten Gianyar, dan identitas faunanya adalah Lembu Putih. Tanaman Leci mungkin termasuk tumbuhan langka di Indonesia, tanaman ini banyak terdapat di Kabupaten Gianyar, tepatnya di Kecamatan Payangan. Lembu Putih berdasarkan pendataan terakhir populasinya sebanyak 43 ekor, 19 ekor jantan dan 24 ekor betina, terdapat di Desa Taro Kecamatan Tegallalang.
5. ADMINISTRASI
LEMBAGA PEMERINTAH
· 7 Kecamatan
· 6 Kelurahan
· 64 Desa
· 504 Banjar Dinas
· 43 Lingkungan
LEMBAGA ADAT
· 271 Desa Pekraman
· 534 Sekaa Teruna
· 7 Widya Sabha Kecamatan
PENDUDUK
Jumlah Penduduk di Kabupaten Gianyar Tahun 2008 sebanyak 438.974 Jiwa dengan kepadatan Penduduk 1.193 Jiwa / Km2.
1. Kecamatan Sukawati : 94.011 Jiwa
2. Kecamatan Blahbatuh : 60.873 Jiwa
3. Kecamatan Gianyar : 81.124 Jiwa
4. Kecamatan Tampaksiring : 45.074 Jiwa
5. Kecamatan Ubud : 67.064 Jiwa
6. Kecamatan Tegallalang : 49.117 Jiwa
7. Kecamatan Payangan : 41.711 Jiwa
Lambang Kabupaten Gianyar
Moto: Dharma Raksata Raksita
Oleh : bappeda | 18 Februari 2014 | Dibaca : 55134 Pengunjung
Rapat Koordinasi Bappeda se-Bali di Kabupaten Gianyar
35115Kabupaten/Kota Sehat
15854Sejarah Kabupaten Gianyar – Bali